bootloeader

Tentang Boot Loader di Linux

Ketika kita menghidupkan komputer, sesaat komputer akan menjalankan POST (Power On Self Test) dimana BIOS akan mengarahkan komputer untuk mencari media bootable yang biasanya di simpan pada partisi MBR (master boot record) atau GUID yang di dalamnya memiliki dua komponen penting yakni boot loader dan partition table.

Lantas apakah Boot Loader itu?
Boot loader adalah program kecil yang disimpan pada MBR atau GUID  partition table yang berfungsi untuk memanggil sistem operasi ke memory, tanpa boot loader, sebuah sustem operasi tidak akan bisa dipanggil ke memory dan komputer tidak akan dapat berjalan.

Pada sistem operasi Linux, ada beberapa jenis boot loader yang sering digunakan, beberapa diantaranya adalah:

1. GNU GRUB (GRand Unified Bootlader)
GNU GRUB adalah boot loader populer yang digunakan untuk melakukan multiboot pada sebuah komputer. GRUB merupakan kependekan dari GRand Unified Bootlader, dimana sistem ini dibuat oleh  Eirch Stefan Broleyn. Versi teranyarnya disebut sebagai GRUB 2 untuk menggantikan sistem GRUB yang kini telah berganti nama menjadi GRUB Legacy.

GRUB memiliki sejumlah fitur unggulan diantaranya:
1. mendukung multiboot
2. mendukung sejumlah hardware dan beberapa sistem operasi (Linux dan Windows)
3. menawarkan antarmuka mirip bash yang interaktif, sehingga pengguna bisa melakukan konfigurasi dengan mudah
4. dapat diakses dengan aplikasi editor
5. mendukung penggunaan password sebagai fitur enskripsi keamanan
6. mendukung fitur booting melalui jaringan yang hadir dengan sejumlah fitur terbatas

Situs yang memuat informasi tentang GRUB https://www.gnu.org/software/grub/

2. LILO (Linux Loader)
LILO merupakan salah satu boot loader lain yang cukup stabil dan powerfull di Linux, namun seiring dengan kehadiran GRUB yang main populer LILO jadi semakin ditinggalkan ole pengguna Linux. Terlebih karena pengembangan LILO telah dihentikan sejak Desember 2015 lalu. Informasi detail mengenai LILO bisa ditemukan di situs http://lilo.alioth.debian.org/

3. BURG
BURG merupakan boot loader model baru yang dikembangkan dari GRUB, karena itu ia memiliki sejumlah  fitur yang sama dengan GRUB termasuk dukungan untuk bisa digunakan oleh sejumlah sistem operasi seperti Linux, Windows, Mac OS, FreeBSD dan yang lainnya.

Kelebihan lainnya, BURG memiliki tampilan antarmuka grafis dan saat ini masih dikembangkan untuk dapat digunakan oleh sejumlah perangkat input dan output yang ada. Informasi detail mengenai BURG bisa kita temukan di situs https://launchpad.net/burg

4. Syslinux
Dibanding dengan boot loader yang saya bahas di atas, Syslinux merupakan boot loader yang lebih ringan , sehingga ia dapat melakukan booting dari media CD-ROM, USB flashdisk ataupun melalui jaringan. Sebagai program boot loader, ia juga mendukung file sistem FAT seperti MS-DOS dan file system ext2, ext3, ext4 untuk Linux serta Btrfs.

Perlu diperhatikan bahwa Syslinux hanya mengakses file dari sistem partisi sendiri karena itu ia tidak menawarkan kemampuan booting multi-sistem. Informasi detail mengenai Syslinux bisa kita temukan pada tautan https://www.syslinux.org/wiki/index.php?title=The_Syslinux_Project.

Picture by SWOriginal via DevianArt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *